BBGI : Profile (Bahasa Indonesia)

Bima Bhakti Group Indonesia (BBGI) adalah sebuah kelompok perusahaan yang bergerak dalam berbagai bidang usaha yang didirikan pada tahun 1987 dan kemudian bertransformasi menjadi sebuah induk usaha di tahun 1996 dengan nama Bima Bhakti Group Indonesia.
Bidang usaha BBGI awalnya di bidang ekspor dan impor beragam produk untuk pasar Internasional, sehingga terbentuk jaringan networking dengan kelompok pengusaha di India, Bangladesh, Sri Lanka, Taiwan, China Daratan, Singapura, Malaysia, Hongkong, Phillipina, Korea dan terus merambah kemancanegara sebagai bagian dari pengembangan jaringan usaha di luar wilayah Indonesia.
Berawal dari produk hasil bumi seperti Damar, Kopal, Gambir, Pinang, Jagung, Cengkeh, hingga merambah keberbagai produk tambang seperti Batu Bara, Mangan, Batu BesidanTimah.
Bima Bhakti Group Indonesia juga ikut mendirikan pabrik pakaian jadi berupa   T-Shirt dan Polo Shirt dengan merk dagang PACIFIC SURFLINES dan beberapa merk dagang lainnya serta memasarkan lewat jaringan Matahari Dept Store, Super Bazaar, Ramayana, Robinson dan beragam toko retail modern lainnya serta via Internet dengan merk dagang Grosirkaos.
Bima Bhakti Group Indonesia ikut aktif berperan dalam pengadaan, pembelian dan ekspor beragam hasil tambang dari negara lain seperti Filipina dan lainnya untuk pasar ekspor di China. Sejak tahun 1998, Bima Bhakti Group Indonesia  resmi mengakuisisi merk dagang Indonesia Trading House dan merubah kontennya menjadi website resmi Bima Bhakti Group Indonesia dengan URL www.bimagroups.com dan akhirnya URL resmi berubah menjadi www.bimagroup.com
Bima Bhakti Group Indonesia juga mulai berperan dalam bisnis pengadaan pasir laut untuk pasar Singapura dengan bekerjasama dengan konsesi tambang pasir di Filipina selain ikut mengidentifikasi semua konsesi tambang pasir di Provinsi Banten dan Provinsi Lampung untuk suplai tender reklamasi di berbagai proyek pembangunan properti di Jakarta. Seiring perkembangan bisnis pasir laut yang menuntut peran aktif di bidang akses pendanaan dan instrument pendanaan, maka Bima Bhakti Group Indonesia ikut membesarkan sebuah bank custodian bernama Mahkota Bank yang berpusat di Singapura dengan memindahkan kantor operasionalnya ke Jakarta, Indonesia dan mensinergikan kedalam jaringan bisnis Bima Bhakti Group Indonesia di luar negeri.
Bima Bhakti Group Indonesia menjalin kerjasama dan ikut membesarkan Mahkota Bank sebagai perusahaan terafiliasi dengan membuka jaringan kerjasama dengan berbagai fund manager, Asset Manager dan Fund Management di berbagai negeri. Bima Bhakti Group Indonesia akhirnya bias mendapat akses pendanaan dari Yayasan milik Pemerintah Jepang dan Pemerintah China sehingga bias ikut mengelola berbagai proyek di luar negeri lewat beragam kerjasama dengan perusahaan Multinasional luar negeri yang bergerak di bidang infrastruktur, developer, konsultan rancang bangun dan lainnya.
Sebagai bagian dari diversifikasi bisnis perusahaan, sejak tahun 2000 Bima Bhakti Group Indonesia bersinergi dengan berbagai perusahaan pembangun kapal (Shipbuilding), Drydock dan Dockyard serta beberapa rekanan pemilik kapal,    tug boat dan barges. Sejak tahun 2013, Bima Bhakti Group Indonesia resmi mengakuisi PT Dhayawahana Indonesia (operator pelabuhan di Jakarta serta supplier air bersih di pelabuhan Jakarta dan Benoa, Bali) sebagai bagian dari strategi memperkuat di bidang bisnis Port Operator and Development. Dan sejak tahun 2014, Bima Bhakti Group Indonesia sudah mendapat izin operasional Mahkota Bank China Limited, berpusat di Shenzhen, China.
Sejak awal, Bima Bhakti Group Indonesia selalu memegang teguh prinsip hanya berbisnis secara benar dan melalui jalur yang benar sehingga Bima Bhakti Group Indonesia bias bertahan hingga saat ini. Bima Bhakti Group Indonesia juga sudah menjalin kerjasama dengan berbagai perusahaan BUMN dan swasta di luar negeri yang bergerak di bidang Port Development, Management and Operator, Project Development, Management and Operator serta Travel and Tourism Management and Event Organizer. Selain itu juga menjalin kerjasama dengan Perusahaan Multinasional di luar negeri di bidang pendanaan dan fund raising untuk membiayai sejumlah proyek khususnya di Dalam Negeri yang tidak bisa dibiayai oleh Perbankan dalam negeri.